Saturday, 31 May 2014
1st month of being PhD student
And so today is the first month of my PhD studentship.. First month of the long journey that I will go through.
If you all ask me how do I feel during this month? I would say that it's full of confusions and questions. I have to read many many papers related to my future research, I have to find what is missing from those research and I don't have anyone to discuss with.. except my supervisor of course.
First month of your PhD, it's like the most loneliest period of your life. You don't have any friend yet, and everything seems so strange for you, plus the accent of their English that is so frustrating to understand. However, it is the most challenging time as well. I can't say that I am enjoying that time, but I think it is normal for all PhD students to feel depressed and lonely during their early period..
Wish me luck!!!
London, 28 May 2014
Thursday, 27 March 2014
Awal dari Perjalanan Panjang [Part 2]
It’s been awhile since my last post
here. I was busy preparing my Visa application (will write about it later :D).
OK, so let’s continue with my university and scholarship hunting story.
Setelah perjuangan berbulan-bulan
untuk bisa dapetin supervisor, akhirnya ada dua professor yang balas e-mail
saya dan menunjukkan respon yang positif. Kedua professor tersebut kebetulan
dari Kyoto University. Now, move on to the next hard part yaitu mendapatkan
beasiswa!!. Pada awalnya saya berencana apply beasiswa unggulan dari DIKTI.
Namun ada salah seorang dosen yang
ngasih tau kalau ada beasiswa baru namanya LPDP, beliau bilang beasiswa tersebut
lebih fleksibel dari DIKTI ( Thx A LOT to Pak Herto for this precious
information, salam baktos untuk beliau).
So,that was my first time for me to
apply a scholarship dan sangat bersyukur bahwa ternyata proses pendaftaran
beasiswa LPDP sangat simple. Semuanya online based system, dari mulai seleksi
administrasi,pengumuman interview, semuanya via e-mail. You can check www.lpdp.depkeu.go.id for more information
regarding LPDP scholarship.
Finally, the good news has arrived.
Sekitar pertengahan bulan September 2013 saya dinyatakan lulus seleksi
wawancara, Alhamdulillah. Sebenarnya masih ada satu tahap seleksi lagi yaitu
Progam Kepemimpinan (PK), but the most critical point is the Interview process.
Setelah resmi menjadi penerima
beasiswa LPDP saya mulai berpikiran untuk mencari kampus di Eropa, because it’s
my long dream to study in Europe, hihihi.. Ok,jadi saya coba cari supervisor di
beberapa kampus di UK (I still don’t know why I choose UK at my first place,
haha). Well, pendekatan untuk mencari supervisor di UK dan Jepang tidak terlalu
jauh berbeda,silahkan baca postingan pertama saya untuk info lebih lanjut.
Jadi, setelah melalui berbagai pertimbangan dan kegalauan bermalam-malam, maka akhirnya saya memutuskan untuk enrolled di salah satu kampus di UK yaitu Imperial College London :)
Sunday, 23 February 2014
Awal dari Perjalanan Panjang [ Part 1 ]
Cerita bermula ketika saya berkesempatan mengunjungi Jepang, tepatnya kota Osaka. Saat itu, saya baru saja wisuda S2 dan masih belum memutuskan mau dibawa kemana hidup ini ( baca : masih menikmati kebebasan dari thesis, sidang dan teman-temannya. hehe.. ). Jadi cerita berlanjut dengan berkenalan dengan beberapa Indonesian student yang lagi study di Osaka University. Beberapa dari mereka ada yg seumuran sama saya dan lagi PhD, wow!. Nah, dari situ sebenernya mulai terbersit keinginan untuk kembali memulai perjalanan panjang *lagi*.
Tahap pertama yg harus dilakukan ketika kita berkeinginan untuk lanjut S3 adalah 'menemukan' professor atau supervisor. Well, 'menemukan' professor itu BUKAN pekerjaan yang mudah. Sebenernya ada beberapa cara buat 'menemukan' Professor. Cara yang paling mudah yaitu lewat jalur kenalan dosen. Anak-anak ITB yang saya tau paling banyak lewat jalur ini. This is the safest and fastest way actually. But, where's the thrilled then? hahaha. OK, cara kedua yaitu jalur independen. Kita cari sendiri. Karena saya pakai jalur independen ini, saya bakal cerita gimana serunya!!
First thing to do yaitu nentuin kamu tertarik buat lanjutin study kamu dibidang apa. Saat itu saya tertarik di bidang Risk Assessment. Saya kemudian mulai mencari professor yang mendalami bidang tersebut. Karena baru aja pulang dari Jepang dan masih kebayang-bayang indahnya di sana, MAKA saya mulai buka-buka website universitas di Jepang.. haha, ini gak bagus sebenernya. Nah, disini letak thrilled yang saya mention tadi. Jadi, pas kita udah menu satu prof yang OK, mereka biasanya kan nulis alamat e-mail yg bisa dihubungin. Then, kita musti kirim e-mail ke prof tersebut. Pas nge-klik Compose aja udah deg-degan meen!! Oia, perlu saya kasih tau juga that you have to MAKE SURE kalo bahasa Inggris kamu udah bener, periksa grammarnya, jangan sampai ada typo.. Kalau punya temen yang jago bahasa Inggris, mintalah bantuan buat proofreading e-mail kamu. Ini adalah contoh e-mail yg saya kirim buat salah satu Professor di Osaka Univ
Setelah e-mail terkirim, kita bakal deg-degan lagi.. di bales gak ya.. Oia, jangan lupa ucapin Bismillahirahmanirrahim sebelum klik sent.. hehehe.
Pengalaman saya, saya kirim e-mail semacam yang di atas tadi ke lebih dari 10 professor, daaaan yang bales cuman 2 ato 3 orang saja.. Jadi, pas e-mail kita gak di bales jangan langsung nyerah.. Mungkin satu professor bisa dapet puluhan e-mail dalam satu hari, so it's quite little chances that he/she read our e-mail. So, kalo satu prof gak bales ya cepet cari prof yang lain.. hehehe..
Setelah perjuangan berbulan-bulan, akhirnya saya menemukan supervisor untuk study S3 saya.. :)
And FYI, saya gak jadi study di Jepang.. I'll tell you later about that story.
[ Bersambung.... ]
Friday, 21 February 2014
First.
So yes, This will be my first post.
I'll just try to share my experiences, my views and my pictures with anyone who stop by here..
Cheers!
I'll just try to share my experiences, my views and my pictures with anyone who stop by here..
Cheers!
Subscribe to:
Posts (Atom)
