Cerita bermula ketika saya berkesempatan mengunjungi Jepang, tepatnya kota Osaka. Saat itu, saya baru saja wisuda S2 dan masih belum memutuskan mau dibawa kemana hidup ini ( baca : masih menikmati kebebasan dari thesis, sidang dan teman-temannya. hehe.. ). Jadi cerita berlanjut dengan berkenalan dengan beberapa Indonesian student yang lagi study di Osaka University. Beberapa dari mereka ada yg seumuran sama saya dan lagi PhD, wow!. Nah, dari situ sebenernya mulai terbersit keinginan untuk kembali memulai perjalanan panjang *lagi*.
Tahap pertama yg harus dilakukan ketika kita berkeinginan untuk lanjut S3 adalah 'menemukan' professor atau supervisor. Well, 'menemukan' professor itu BUKAN pekerjaan yang mudah. Sebenernya ada beberapa cara buat 'menemukan' Professor. Cara yang paling mudah yaitu lewat jalur kenalan dosen. Anak-anak ITB yang saya tau paling banyak lewat jalur ini. This is the safest and fastest way actually. But, where's the thrilled then? hahaha. OK, cara kedua yaitu jalur independen. Kita cari sendiri. Karena saya pakai jalur independen ini, saya bakal cerita gimana serunya!!
First thing to do yaitu nentuin kamu tertarik buat lanjutin study kamu dibidang apa. Saat itu saya tertarik di bidang Risk Assessment. Saya kemudian mulai mencari professor yang mendalami bidang tersebut. Karena baru aja pulang dari Jepang dan masih kebayang-bayang indahnya di sana, MAKA saya mulai buka-buka website universitas di Jepang.. haha, ini gak bagus sebenernya. Nah, disini letak thrilled yang saya mention tadi. Jadi, pas kita udah menu satu prof yang OK, mereka biasanya kan nulis alamat e-mail yg bisa dihubungin. Then, kita musti kirim e-mail ke prof tersebut. Pas nge-klik Compose aja udah deg-degan meen!! Oia, perlu saya kasih tau juga that you have to MAKE SURE kalo bahasa Inggris kamu udah bener, periksa grammarnya, jangan sampai ada typo.. Kalau punya temen yang jago bahasa Inggris, mintalah bantuan buat proofreading e-mail kamu. Ini adalah contoh e-mail yg saya kirim buat salah satu Professor di Osaka Univ
Setelah e-mail terkirim, kita bakal deg-degan lagi.. di bales gak ya.. Oia, jangan lupa ucapin Bismillahirahmanirrahim sebelum klik sent.. hehehe.
Pengalaman saya, saya kirim e-mail semacam yang di atas tadi ke lebih dari 10 professor, daaaan yang bales cuman 2 ato 3 orang saja.. Jadi, pas e-mail kita gak di bales jangan langsung nyerah.. Mungkin satu professor bisa dapet puluhan e-mail dalam satu hari, so it's quite little chances that he/she read our e-mail. So, kalo satu prof gak bales ya cepet cari prof yang lain.. hehehe..
Setelah perjuangan berbulan-bulan, akhirnya saya menemukan supervisor untuk study S3 saya.. :)
And FYI, saya gak jadi study di Jepang.. I'll tell you later about that story.
[ Bersambung.... ]
